Diary Pensiunan; Lima Menit Bersama Diri Sendiri
Lima Menit Bersama Diri Sendiri Ternyata ini tulisan pertama saya tahun 2026 di blog ini . Blog yang niatnya akan saya jadikan jurnal pensiunan. Tidak apa-apalah. Mari membujuk diri sendiri, bahwa tidak semua rencana harus terealisasi. Menulis pelan-pelan saja. Kita coba dengan Lima Menit Bersama Diri Sendiri. “Saya percaya lima menit yang digunakan setiap hari lebih berarti daripada lima jam yang hanya direncanakan.” Saya berjuang menerapkan kalimat di atas setelah memasuki masa pensiun. Sebab tanpa disadari, kata pensiun sering dianggap sebagai masa bersantai dan berleha-leha. “Orang pensiun mah bebas.” Kira-kira begitulah pemahaman sebagian orang. Padahal pensiun atau masih aktif, sama saja. Harus terus bergerak, beraktivitas dan tidak berhenti berkarya. Saya menyadari bahwa pensiun bukan berarti berhenti berkegiatan. Pensiun hanya mengubah bentuk kesibukan. Tentu saj...





